selamat daTang

Jumat, 28 Januari 2011

Perawatan Sepeda Motor 4-LangkahMotor yang terpelihara dengan baik dan bersih untuk jangka waktu lama, merupakan idaman setiap orang. Hal itu tidak bisa dipisahkan dari perawatan benar dan teratur yang akan menjadikan performa mesin motor tetap terjaga dengan baik dan nyaman saat dikendarai. Selain itu, kebiasaan atau cara mengendarai sepeda motor juga mempengaruhi kondisi sepeda motor, sehingga motor tidak awet muda lagi. Guna menjaga kendaraan supaya tahan lama, perlu diperhatikan 5 M-BS, yaitu: 1. Melakukan perawatan yang benar dan teratur. 2. Mencermati tanda-tanda kerusakan yang terjadi pada mesin. 3. Memperhatikan kerusakan yang terjadi pada sepeda motor dan segera memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan. 4. Memperbaiki sendiri kerusakan sepeda motor dimulai dari bagian yang paling mudah dipahami. 5. Melakukan perbaikan sendiri saat terjadi kerusakan kecil, antara lain pengencangan mur dan baut, sambungan kabel, saluran bahan bakar atau hal kecil lain yang bisa dikerjakan sendiri. 6. Biasakan memanaskan mesin sepeda motor 4-langkah (saat mesin dingin) sebelum dikendarai ± 1 sampai 2 menit. 7. Saat mengendarai sepeda motor, gunakan gigi transmisi sesuai dengan kecepatan sepeda motor. Selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatian dalam merawat sepeda motor: * Pelumasan Pelumasan tidak hanya diperlukan pada mesin motor saja, akan tetapi semua komponen kendaraan seperti rantai, stir/stang, roda, juga pada roda gigi untuk motor matik yang mempunyai gearbox terpisah. Tujuan pelumasan untuk menjaga komponen agar bekerja dengan baik serta melindungi dari gesekan dan keausan, karat akibat reaksi dengan uap air dan udara dan membantu membersihkan mesin. Untuk itu penggunaan pelumas harus tepat guna. * Pelumas Periksa ketinggian pelumas mesin dengan cara melihat batas permukaan atas dan batas permukaan bawah pada tangkai pengukur. Dilakukan saat kondisi mesin dingin dan mati. Jika berada dibawah batas atas dapat ditambahkan pelumas. Jangan sampai melebihi batas atas ketinggian permukaan pelumas. Dan jangan lupa untuk mengganti pelumas secara berkala sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrikan. * Pemeriksaan Komponen Rem Alangkah baiknya bila Anda secara berkala memeriksa setelan jarak main bebas untuk handle dan pedal rem. Dan pastikan Anda melakukan uji jarak main bebas rem dengan menjalankan motor dan melakukan beberapa kali pengereman. Dan juga jangan lupa mengecek keausan dari kampas rem baik untuk rem tromol maupun untuk rem cakram. Karena sistem rem amat sangat penting bagi keselamatan Anda dalam berkendara. * Pemeriksaan Kondisi Ban Periksa tekanan ban secara teratur dan sesuaikan tekanan ban sesuai dengan beban. Dan juga jangan lupa untuk memeriksa keausan alur ban, jika keausan alur ban melebihi batas (tipis), sebaiknya segera ganti ban Anda. Selain itu periksa permukaan ban dari goresan, sayatan dan paku yang menancap karena dapat mengganggu kenyamanan Anda dalam perjalanan. * Pemeriksaan Setelan Rantai dan Gear Jangan biarkan rantai terlalu kendor atau terlalu kencang. Bila rantainya kendor, cukup disetel. Tapi kalau kering, cukup diolesi dengan oli khusus rantai (chain lube). Biasanya, rantai harus diganti kalau sudah mencapai 25.000 hingga 35.000 km. Khusus motor jenis Matic yang menggunakan V/Belt, rantainya tidak dapat disetel dan wajib diganti setiap 25.000 km. * Membersihkan Karburator Periksa kelancaran gerak handle choke dan lumasi kabel choke agar dapat bergerak dengan lancar. Periksa setelan udara agar perbandingan campuran bahan bakar dan udara tepat. Lakukan penyetelan putaran langsam karburator dengan cara memutar sekrup setelan gas. Setelan langsam bertujuan agar mesin tidak mati tanpa di gas. * Cek Kondisi Aki Motor-motor atan tahun 2000 ke atas, umumnya telah menggunakan jenis aki kering yang tak memerlukan perawatan khusus (non maintenance). Tapi setiap tiga tahun, maksimal, wajib di ganti sedangkan motor yang menggunakan aki basah, perlu di cek setiap 10 ribu km. Bila air akinya kering, segera diisi. Ciri-ciri aki basah yang kondisi sudah lemah adalah, motor tidak mampu di starter. * Periksakan Busi Sepeda Motor Busi sangat vital bagi kelancaran mesin motor. Cek businya, seandainya masih layak pakai, dapat dipergunakan kembali. Tapi kalau sudah mencapai 12.000 km, sebaiknya businya di ganti. Perhatikan pula keadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi, bila sudah cukup umur, terlihat ada retakkan dan pengerasan di kabel, sebaiknya segera diganti.

Motor yang terpelihara dengan baik dan bersih untuk jangka waktu lama, merupakan idaman setiap orang. Hal itu tidak bisa dipisahkan dari perawatan benar dan teratur yang akan menjadikan performa mesin motor tetap terjaga dengan baik dan nyaman saat dikendarai. Selain itu, kebiasaan atau cara mengendarai sepeda motor juga mempengaruhi kondisi sepeda motor, sehingga motor tidak awet muda lagi.
Guna menjaga kendaraan supaya tahan lama, perlu diperhatikan 5 M-BS, yaitu:
  1. Melakukan perawatan yang benar dan teratur.
  2. Mencermati tanda-tanda kerusakan yang terjadi pada mesin.
  3. Memperhatikan kerusakan yang terjadi pada sepeda motor dan segera memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan.
  4. Memperbaiki sendiri kerusakan sepeda motor dimulai dari bagian yang paling mudah dipahami.
  5. Melakukan perbaikan sendiri saat terjadi kerusakan kecil, antara lain pengencangan mur dan baut, sambungan kabel, saluran bahan bakar atau hal kecil lain yang bisa dikerjakan sendiri.
  6. Biasakan memanaskan mesin sepeda motor 4-langkah (saat mesin dingin) sebelum dikendarai ± 1 sampai 2 menit.
  7. Saat mengendarai sepeda motor, gunakan gigi transmisi sesuai dengan kecepatan sepeda motor.
Selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatian dalam merawat sepeda motor:
  • Pelumasan
    Pelumasan tidak hanya diperlukan pada mesin motor saja, akan tetapi semua komponen kendaraan seperti rantai, stir/stang, roda, juga pada roda gigi untuk motor matik yang mempunyai gearbox terpisah. Tujuan pelumasan untuk menjaga komponen agar bekerja dengan baik serta melindungi dari gesekan dan keausan, karat akibat reaksi dengan uap air dan udara dan membantu membersihkan mesin. Untuk itu penggunaan pelumas harus tepat guna.
  • Pelumas
    Periksa ketinggian pelumas mesin dengan cara melihat batas permukaan atas dan batas permukaan bawah pada tangkai pengukur. Dilakukan saat kondisi mesin dingin dan mati. Jika berada dibawah batas atas dapat ditambahkan pelumas. Jangan sampai melebihi batas atas ketinggian permukaan pelumas. Dan jangan lupa untuk mengganti pelumas secara berkala sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrikan.
  • Pemeriksaan Komponen Rem
    Alangkah baiknya bila Anda secara berkala memeriksa setelan jarak main bebas untuk handle dan pedal rem. Dan pastikan Anda melakukan uji jarak main bebas rem dengan menjalankan motor dan melakukan beberapa kali pengereman. Dan juga jangan lupa mengecek keausan dari kampas rem baik untuk rem tromol maupun untuk rem cakram. Karena sistem rem amat sangat penting bagi keselamatan Anda dalam berkendara.
  • Pemeriksaan Kondisi Ban
    Periksa tekanan ban secara teratur dan sesuaikan tekanan ban sesuai dengan beban. Dan juga jangan lupa untuk memeriksa keausan alur ban, jika keausan alur ban melebihi batas (tipis), sebaiknya segera ganti ban Anda. Selain itu periksa permukaan ban dari goresan, sayatan dan paku yang menancap karena dapat mengganggu kenyamanan Anda dalam perjalanan.
  • Pemeriksaan Setelan Rantai dan Gear
    Jangan biarkan rantai terlalu kendor atau terlalu kencang. Bila rantainya kendor, cukup disetel. Tapi kalau kering, cukup diolesi dengan oli khusus rantai (chain lube). Biasanya, rantai harus diganti kalau sudah mencapai 25.000 hingga 35.000 km. Khusus motor jenis Matic yang menggunakan V/Belt, rantainya tidak dapat disetel dan wajib diganti setiap 25.000 km.
  • Membersihkan Karburator
    Periksa kelancaran gerak handle choke dan lumasi kabel choke agar dapat bergerak dengan lancar. Periksa setelan udara agar perbandingan campuran bahan bakar dan udara tepat. Lakukan penyetelan putaran langsam karburator dengan cara memutar sekrup setelan gas. Setelan langsam bertujuan agar mesin tidak mati tanpa di gas.
  • Cek Kondisi Aki
    Motor-motor atan tahun 2000 ke atas, umumnya telah menggunakan jenis aki kering yang tak memerlukan perawatan khusus (non maintenance). Tapi setiap tiga tahun, maksimal, wajib di ganti sedangkan motor yang menggunakan aki basah, perlu di cek setiap 10 ribu km. Bila air akinya kering, segera diisi. Ciri-ciri aki basah yang kondisi sudah lemah adalah, motor tidak mampu di starter.
  • Periksakan Busi Sepeda Motor
    Busi sangat vital bagi kelancaran mesin motor. Cek businya, seandainya masih layak pakai, dapat dipergunakan kembali. Tapi kalau sudah mencapai 12.000 km, sebaiknya businya di ganti. Perhatikan pula keadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi, bila sudah cukup umur, terlihat ada retakkan dan pengerasan di kabel, sebaiknya segera diganti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar